Haul Ke-52 Sayyid Habib Ahmad bin Muhammad Al-Bahar di Desa Bumbulan: Menguatkan Spiritualitas dan Kohesi Sosial
AktualGorontalo. Paguat, 5 April 2025 — Ratusan jamaah dari berbagai penjuru memadati kediaman Faisal Bahar di Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, dalam peringatan Haul ke-52 Sayyid Habib Ahmad bin Muhammad Al-Bahar. Kegiatan yang telah enam kali digelar sejak 2016 ini berlangsung khidmat, meski tidak dilaksanakan secara berturut-turut setiap tahun.
Sayyid Habib Ahmad bin Muhammad Al-Bahar adalah figur penting dalam sejarah dakwah Islam di wilayah barat Gorontalo. Beliau berasal dari Bondowoso, Jawa Timur, dan pertama kali menginjakkan kaki di Gorontalo pada tahun 1908, memilih Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, sebagai tempat bermukim dan mengembangkan dakwahnya.
Dengan pendekatan dakwah yang rahmatan lil ‘alamin, penuh hikmah, dan kearifan lokal, beliau berhasil membangun kedekatan dengan masyarakat serta mendirikan taman pengajian dan pondok pesantren di Desa Sipayo. Inisiatif ini menjadi tonggak awal sistem pendidikan Islam di wilayah tersebut, sekaligus memperkuat fondasi sosial-keagamaan masyarakat lokal.
Peringatan haul kali ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Kapolsek Paguat, Ustadz Fahri, serta Camat Paguat, Ikbal Mbuinga, S.Ip, yang secara langsung memberikan dukungan dan tanggapan atas pelaksanaan acara tersebut.
Setelah dikonfirmasi oleh awak media, Camat Ikbal Mbuinga, S.Ip menyatakan apresiasinya atas kegiatan yang dinilainya memiliki makna historis dan spiritual yang sangat dalam:
“Kami sangat mengapresiasi pelaksanaan haul ini sebagai bentuk penghormatan atas jasa dakwah dan keteladanan Sayyid Habib Ahmad bin Muhammad Al-Bahar. Kegiatan ini menjadi pengingat bagi generasi saat ini akan pentingnya akar sejarah Islam di Paguat. Harapan kami, agenda seperti ini terus dipelihara dan dikembangkan, agar menjadi warisan budaya religius yang memperkuat identitas masyarakat,” ujar Camat Ikbal.
Sementara itu, Faisal Bahar, selaku anak dari almarhum, mengucapkan terima kasih atas kehadiran para jamaah dan tamu undangan. Ia menegaskan bahwa haul ini tidak semata-mata menjadi ajang mengenang, tetapi juga wujud komitmen untuk terus menghidupkan nilai-nilai spiritual dan dakwah yang diwariskan ayahandanya.
Secara historis, Sayyid Habib Ahmad bin Muhammad Al-Bahar memainkan peran penting dalam transformasi sosial-keagamaan masyarakat lokal sejak awal abad ke-20. Haul ini pun menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan nilai, identitas, dan semangat dakwah Islam yang mencerahkan. AGC






