Topik Terkini

Oknum Danramil Mananggu Diduga Arogan di SPBU, Imran Uno Pertanyakan Urgensi Turun Langsung

 

Aktual Gorontalo– MANANGGU,  Situasi di salah satu SPBU di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Senin (07/09/2026) sekitar pukul 23.00 Wita, sempat menegang. Kehadiran oknum Danramil Mananggu di tengah antrean BBM disertai tindakan yang dinilai oleh sejumlah pihak bernuansa arogansi disebut membuat sebagian masyarakat di lokasi merasa tidak nyaman.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung oleh Ketua DPD AKPERSI Gorontalo, Imran Uno, S.Pd.i., C.ILJ, yang kebetulan berada di lokasi.

Imran menilai, persoalan utama bukan semata-mata mengenai antrean ataupun pelayanan SPBU. Yang justru menjadi pertanyaan adalah urgensi seorang oknum Danramil harus turun langsung mendatangi SPBU, sementara masih terdapat bawahan yang secara struktural dapat menangani persoalan di lapangan.

Menurut Imran, kehadiran seorang pimpinan di tengah situasi publik tentu memiliki konsekuensi tersendiri. Karena itu, perlu dilihat secara objektif apakah kehadiran langsung tersebut memang benar-benar diperlukan atau sebenarnya masih dapat ditangani oleh personel di bawahnya.

“Sudah Berulang Kali Saya Sampaikan…”

Menanggapi sorotan tersebut, oknum Danramil memberikan klarifikasi terkait alasan dirinya berada di SPBU.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan:

«“Sdh berulang kali sy smpaikan kk. Untuk melayani konsumen secara merata. Kasian masyarakat menunggu antrian berjam2.”»

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kedatangannya ke SPBU disebut berkaitan dengan perhatian terhadap proses pelayanan konsumen dan kondisi masyarakat yang harus menunggu dalam antrean cukup lama.

Namun, bagi Imran Uno, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab pertanyaan mengenai mengapa persoalan tersebut harus ditangani langsung oleh oknum Danramil, terutama apabila masih terdapat bawahan yang dapat menjalankan fungsi pengawasan maupun koordinasi di lapangan.

Imran: Persoalannya Bukan Melarang Aparat Peduli

Imran menegaskan, dirinya tidak mempersoalkan kepedulian aparat terhadap masyarakat.

Menurutnya, membantu menciptakan ketertiban dan memastikan masyarakat memperoleh pelayanan secara adil merupakan hal yang positif.

Akan tetapi, yang menjadi perhatian adalah cara, situasi, dan urgensi keterlibatan langsung seorang pimpinan militer di lokasi pelayanan publik.

“Kalau persoalannya pelayanan masyarakat, tentu kita apresiasi. Tetapi pertanyaannya, apakah harus seorang Danramil langsung turun ke SPBU? Bukankah masih ada bawahan yang dapat menjalankan fungsi tersebut?” ujar Imran.

Menurutnya, pertanyaan tersebut penting agar tidak terjadi persepsi bahwa setiap persoalan pelayanan publik harus diselesaikan dengan kehadiran langsung seorang pejabat atau pimpinan institusi.

Sebab dalam tata kelola organisasi, terdapat struktur dan pembagian tugas yang seharusnya dapat berjalan secara proporsional.

*Pertanyaan yang Belum Mendapat Jawaban*

Imran mengaku telah mempertanyakan langsung kepada oknum Danramil mengenai kapasitas dan alasan kehadirannya di SPBU hingga kemudian terjadi situasi yang menurutnya membuat masyarakat merasa tidak nyaman.

Namun, menurut Imran, pertanyaan tersebut belum memperoleh jawaban yang dianggap memadai.

Hal inilah yang kemudian mendorong dirinya untuk tidak berhenti pada pengamatan di lapangan.

Imran Uno berencana melakukan konfirmasi langsung kepada Komandan Kodim (Dandim) 1316/Boalemo guna memperoleh penjelasan yang lebih komprehensif mengenai peristiwa tersebut.

Konfirmasi itu, menurutnya, penting untuk memastikan duduk persoalan secara utuh dan tidak membangun kesimpulan hanya berdasarkan pengamatan satu pihak.

*AKPERSI Soroti Profesionalitas, Bukan Institusi*

Imran menegaskan bahwa sorotan tersebut ditujukan pada peristiwa dan tindakan oknum, bukan terhadap institusi TNI secara keseluruhan.

Menurutnya, institusi sebesar TNI memiliki mekanisme komando dan disiplin yang kuat. Karena itu, apabila terdapat persoalan menyangkut perilaku seorang oknum aparat di tengah masyarakat, maka klarifikasi dari atasan langsung justru menjadi langkah yang paling tepat.

“Ini bukan soal menyerang institusi. Justru kami ingin menjaga agar institusi tetap dihormati. Kalau ada persoalan di lapangan, mari dijelaskan secara terang,” tegas Imran.

Ia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui klarifikasi dan komunikasi yang terbuka sehingga tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.

Pada akhirnya, perhatian publik bukan hanya tertuju pada apa yang dilakukan, tetapi juga mengapa harus dilakukan dengan cara tersebut dan siapa yang seharusnya menangani persoalan itu.

Sebab kepedulian terhadap masyarakat merupakan sesuatu yang patut diapresiasi, tetapi kepedulian tersebut tetap perlu berjalan seiring dengan profesionalitas, proporsionalitas, dan ketenangan dalam menghadapi persoalan di ruang publik.

*_Pihak oknum Danramil Mananggu tetap diberikan ruang untuk memberikan klarifikasi maupun penjelasan tambahan atas peristiwa tersebut._*

Back to top button