PEMIMPIN YANG AMANAH SUDAH PASTI BAIK, TAPI PEMIMPIN YANG BAIK BELUM TENTU AMANAH
Aktual Gorontalo-Opini Publik
“Hey rakyat!!! Jangan baperan.. Rugi donk..
Sedang viral sekarang soal oknum mantan kepala daerah yang di tetapkan statusnya sebagai tersangka oleh kejaksaan tinggi negri prov. Gorontalo
Videonya bersliweran di mana-mana. Di arak menuju mobil tahanan dengan rompi merah sebagai tersangka kasus korupsi. Di kelilingi tangis dari beberapa orang yang kelihatannya pakaian dinas skpd tertentu bisa di tebak mereka adalah orang-orang di lingkungan kerja sang mantan pejabat ini atau mungkin orang terdekat di lingkungannya.
Videonya pun menuai banyak kesaksian dan doa semoga sang mantan pejabat bisa mendapatkan keadilan. Berbagai opini dan komentar berderet memberikan semangat. Terlihat sangat baik dan meninggalkan kesan sedih yang luar biasa
Tapi apakah rakyat dan masyarakat tahu bahwa mekanisme dari menjadi terduga hingga tersangka seorang pejabat itu tidak semudah maling ayam yang ketika tertangkap mencuri ayam lalu di gebukin dan di bawa langsung ke sel tahanan??
KPK bahkan harus bekerja tanpa putus-asa mengumpulkan bukti dari semua penyelewengan-penyelewengan nya selama dia menjabat penuh dengan suka-cita.
Badan-badan terkait harus benar-benar bekerja untuk mendapatkan semua validitas dari dugaan menjadi sebuah bukti.

Rakyat mungkin bisa di gugah hatinya dengan 1-2 dos mie instan di saat bencana alam dan bantuan-bantuan dana relatif minim di saat mereka butuh. Tapi apakah rakyat tau di balik 1-2 dos mie instan itu ada anggaran besar yang sudah di kucurkan pemerintah pusat agar tersalur dengan “layak” Di tangan masyarakat?
Bukan hanya akan menjadi 1 porsi mie telur di banjir bandang sekiranya di salurkan tanpa di sunat. Belum lagi mega proyek-proyek lainnya
mana rakyat tahu ada tipu muslihat, kong-kalingkong di dalamnya.rakyat tau dia mencitrakan dirinya sangat apik menata daerahnya sehingga memunculkan opini “rakyat berhutang budi padanya karena pembangunan itu”
Dia pemimpin. Yang di pundaknya sudah di beri tanggung jawab membangun daerahnya sebaik mungkin. Dan bukan tugas kita berhutang apapun padanya.
Dia pemimpin. Yang digaji negara tidak sedikit hanya untuk duduk diam dengar rapat dan kerjakan melalui stekholder nya.
Apa kita rakyat harus baper ketika apa yang dia tanam harus dia tuai??? Red[Madaa Hano]





